Pertiwi04

Pertiwi04

Senin, 14 Februari 2011

THANKS FOR "AA BERJAKET" part 2

Aku kira sang aa berjaket adalah hasil dari penantian panjangku, namun yang terjadi kisah pahit masa laluku kini kembali ku alami pada aa berjaket , seolah semuanya kembali diputar ulang layaknya sebuah kaset , mungkin ‘caraku’ yang salah saat mencintai sang aa berjaket sehingga yang terjadi bukan ‘cinta’ namun……. entahlah itu disebut apa namanya yang jelas dia hanya menganggapku adik perempuanya seperti kata yang terlontar dari mulut aa berjaket yang ditulis lewat dunia maya “ I JUST THINK OFF YOU AS A SISTER, NO MORE”, kenyataan pahit itu kini kualami kembali, seperti obat yang mau tidak mau harus ku telan .
                Jikalau boleh aku jujur , rasanya aku ingin marah , meluapkan kekesalanku dengan cara bodohku, namun kembali ku pikir kembali, haruskan aku bertindak bodoh seperti itu sedangkan aa berjaket sama sekali tak peduli dengan apa yang aku lakukan, mengapa aku harus menangis demi dia sedangkan mungkin ingatpun tidak dia padaku, selalu kucoba menguatkan diri dengan membaca istigfar  , sembari berharap keajaiban bisa datang .
                Dulu pertama kita dekat aa berjaket cukup perhatian padaku begitupun aku sebaliknya, hingga menimbulkan gossip bahwa aku menjalin hubungan denganya, aku tak mengerti dari mana gossip itu berasal namun menurut temanku gossip itu berawal dari FB ketika aku wall to wall dengannya, sungguh tak terbesit sedikitpun bahwa aku bisa jatuh cinta pada aa berjaket,  namun aku telah mengenal aa berjaket sejak 3 tahun yang lalu dari seorang teman SMPnya, bahkan bertahun-tahun aku menyimpan nomor handphonenya di phonebook hingga suatu hari aku berani mengirim pesan padanya itupun setelah kami salang mengenal . disini mulai cinta itu berawal ketika teman-temanya dan juga teman-temanku mengucap kata “adeuh” setiap kami saling coment-comenant di FB jujur aku senang- senang saja saat aku digossipkan dengan aa berjaket , wanita mana yang tak merasa senang digossipkan menjalin hubungan dengan seorang pria seperti aa berjaket .
                Namun lama kelamaan sikap aa berjaket berubah perhatiannya perlahan mulai hilang, jangankan mengsms duluan membalas smskupun kini sudah jarang, tetapi teman dan kakak-kakak di organisasi selalu membuatku untuk berpikir positif, bahkan tak sedikit yang berkata “dekat dengan aa berjaket itu adalah suatu anugrah bagiku”, tetapi aku lebih suka aa berjaket yang dulu .
                Dalam hatiku masih diliputi pertanyaan yang sama, apa tak cukup selama 4 tahun ini aku mengalamin cinta yang bertepuk sebelah tangan, apa kini harus kembali ku alami hal itu, oh aa berjaket andai kau tau betapa besar aku menaruh harap padamu, dalam bayang dan lamunanku aku kira aku dan kau  bisa menjalin sebuah hubungan, namun seolah dengan sengaja kau patahkan harapanku membuat aku kembali terluka, pernahkah kau mengalami hal seperti ini duhai aa berjaket ? entahlah ….…
                Sunggah tak terlalu sulit inginku saat ini , aku ingin tetap komunikasiku dengan aa berjaket layaknya seperti dulu,namun semuanya terhalang oleh perasaan ini , aa berjaket tetap saja akan mengaggapku begini sebelum aa berjaket benar-benar paham dan mengerti, dan dapat memahamiku  dengan pola pikir yang lebih dewasa .
                Bersyukurlah kau aa berjeket karena setauku bukan hanya aku saja yang mengagumimu , namun belajarlah kau tuk menghargai kami jangan buatkami  sakit olehmu walau kami tau kau tak bermaksud untuk menyakiti kami , buatlah kami tak menyesal mencintaimu a .
                Oh duhai aa berjaket kini kita hanya sahabat dan keluarga di organisasi, mari bantu aku untuk menutup rapat masalaluku, biarlah yang lalu itu berlalu a .
               
                                                                                                                                               
                                                                                                                                                                Bella Pertiwi Januarianti
       

       
             
   Thanks to aa berjaket