Pertiwi04

Pertiwi04

Rabu, 22 Desember 2010

My inspiration !

Ini kisah kakakku , seorang wanita muda , pintar juga aktif , dia bernama “Febrianti Dewi Arifin” lahir di tasikmalya tanggal 22 februari 1981 , menurut orang tuaku dari kecil teh Dewi ( panggiln akrab.a ) mempunyai sipat yangg amat sangat keras , apabila di menginginkan sesuatu , pada saat itu juga dia harus mendapatkannya, dia bersekolah di SDN Padjajaran, SMPI Cisumur, SMAN 2 Tasikmalaya, UNPAD.



 inilah kisahnya sejak SMP bakat.a dalam bidang akademik maupun non akademik sudah terlihat, ketika menjelang UN (SMP) dia memang bersekolah di sekolah swasta yang amat sederhana , tapi usahanya amat sangat keras , demi mengikuti bimbel dia rela mencuci piring untuk meringankan beban orang tua, karna pada saat itu ekonomi keluargaku belum seperti sekarang , dia belajar sana berbaur dengan sekolah negeri lainnya termasuk dengan SMPN 2 dan 12 , tanpa rasa minder karena dia hanya bersekolah di smp yang jarang dikenal orang , Alhamdulillah karna hasil kerja kerasnya dia berhasil lulus dengan  nilai UN yang besar di atas rata-rata bahkan sederajat dengan siswa SMP Negeri lainnya , dia ingin sekali masuk SMA negeri , paada saat itu orang tuaku berusah mengabulkn cita-citanya,  Alhamdulillah di SMAN manapun dia bisa masuk namun dia memilih bersekolh di SMAN 2 .


karena jarak rumah kami jauh dari SMA tersebut , teh Dewi selalu bangun pagi . tiap hari orng tuaku selalu beradu mulut dengan beliau karena beliau ingin diberi uang jajan lebih , karena dia cerdas tiap hari dia bekerja sebagai buruh sandal , jika di sekolahnya ada kerajinan tangan dia selalu paling antusias karena dia siap mengerjakn tugas teman-temannya, teman-temanya selalu mnyuruhnya lalu dan memberikan uang atas hasil kerajinannya , setelah lulus SMA dia pakum dulu untuk melanjutkan kuliah ,karena masih ada tanggungan orang tuaku yaitu kakak pertamaku yang juga masih kuliah .


setelah satu tahun pakum dia melnjutkan kuliah di UNPAD jurusan “ Vakultas Ilmu Komunikasi” dia ngekost di bandung, jauh dari orng tua , terkadang ketika dia menelpon dia sering mengeluh sakit perut karena tiap hari Cuma makan mie instan . Alhamdulilah dia lulus dengan nilai cumlaude kalian pasti tahu jika lulus dengan nilai cumlaude berarti hasilnya tinggi di atas rata-rata .


singkat cerita dia bekerja di sebuah radio di daerah Tasikmalaya sebagai penyiar . 1 tahun menjadi penyiar lalu dia bekerja di PLN dari sana ekonomi keluarga kami meninggkat , bapakku di anggkat menjadi kepala sekolah kakak-kakak ku bekerja dan  pada saat itu aku dapat mengenal apapun yangg aku tak tau, dari mulai makanan dan pakaian ,karena yang aku tau sejak kecil hanya hidup senang aku tak mengetahui bagaimana perjuang orang tua dan kakak-kakak ku , tahun 2005 tepatnya tanggal 13 november 2005 , kakak ku memutusakan masa lajangnya,  tetapi takdir berkata lain beberapa bulan setelah menikah kakak ku di vonis terkena “KANKER NOVASOVARING “ ( kanker leher ) semua keluarga ku syok mendengarnya ,seorang wanita muda terkena kanker yangg menurut semua orang kanker adalah sebuah pnyakit ganas yang belum ada obatnya , tiap hari sepulang dia kerja aku selalu mengantarnya berobat  . subhanalloh , tak pernah ada keluhnya meski selalu ku dengar tiap sehabis sembahyang dia menangis  , iya Alloh mengapa semua ini harus terjadi pada kakakku , tanya hatiku .


sampai pada saatnya dia hamil karena obat harus di stop pada bulan ke 5 matanya tak dapat melihat sebelah . bulan kedelapan keadaannya semakin parah , terpaksa bayinya hrus di lahirkan meski usia kandunganya belum  9 bulan , hanya seminggu dia dapat melihat  bayinya karena setelahitu dia tidak dapat melihat secara total .


beliau di larikan ke rumah sakit hasan sadikin, selama 6 bulan dia di rawat jalan orang tuaku dan suaminya  tiap hari bergantian menjaga , karena aku harus sekolah aku tak bisa menjaganya . suatu hari aku pergi untuk menjenguknya , aku meliahat kakak ku yang cantik dan ceria, kini hanya terbujur kaku raba sana - raba sini dengan  mata yang tak bisa melihat .


 waktu itu ku dengar dia menyebut namaku , “ mana bella ?” aku tak kuasa menahan tangis meski ku coba selalu menahan tetapi tetap tak bisa , dia bilang “ naha nangis la ? teh Dewi ge teu nangis , kiat piraku la teu “ suaranya terdengar parau tak jelas karena kata dokter ada syarap yang rusak pada sistem syarap tenggorokannya,  untung tidak sampai tidak bisa berbicara , karena dokter memberikan obat terbaiknya .


 6 bulan di rawat dan di kemo membuat tubuhnya kurus lehernya hitam karena sinar , matanya tak bisa melihat ,  namun subhanalloh ketika beliau dalam keadaan tersebut masih ingin menggendong anaknya .


 dia tinggal bersama suaminya, namun pada suatu hari dia ingin tinggal bersama orang tuaku karena tangannya mulai terasa sakit , tiap hari aku bersamanya menghabiskan sebulan dengannya , pada tanggal 9 juni 2008 dia menghembuskan napas terakhirnya di depanku , Alloh berkehendak lain , hidupnya tak panjang dia meninggal di usia ke 27 tahun , tapi satu yg buat kami kuat , yaitu “ Regan Azka Haris “ seorng anak laki” yg amat sangat lucu,pintar sama seperti bundanya  .

           Alloh memang telah mengambil teh dewi namun diriNya juga memberikan Egan yang membuat kami sedikit lebih tenang , satu pesan dari beberapa pesan yang kuingat darinya , “selalu jujur , terbuka bila ada masalah dan tak pernah lupa sholat juga bersyukur terhadap apa yang telah Alloh berikan , karena Alloh pasti akan berikan jalan yang terbaik , jangan pernah takut kepada manusia , hiduplah dengan  cinta” , dan itu membuatku kuat dalam menghadapi hidup , meski aku tak sekuat dia , meski aku tak sehebat dia , tapi aku selalu berusaha menjadi yang terbaik baginya dan semuanya , I Love the Dewi , kau lah inspirasiku aku yakin disana kau selalu mendo’akanku . aku memang tak bisa melihat dan tak bersamamu tetapi dalam hatiku selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar